Menantikan Malam Lailatul Qadar
Pada Tanggal: 18-07-2014 s/d 26-07-2014

Keutamaan Lailatul Qadar

 

Pertama, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar: 1). Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya (yang artinya), “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5). Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada malam lailatul qadar dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar. (Zaadul Maysir, 6/179)

 

Kedua, lailatul qadar lebih baik dari 1000 bulan. An Nakho’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” Mujahid dan Qotadah berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar.

 

Ketiga, menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

 

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

 

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169). Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

 

Lalu kapan tanggal pasti lailatul qadar terjadi? Ibnu Hajar Al Asqolani telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh beliau adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun (Fathul Baari, 6/306, Mawqi’ Al Islam Asy Syamilah). Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021)

 

Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasan.

 

Tanda Malam Lailatul Qadar

 

Pertama, udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya).

 

Kedua, malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

 

Ketiga, manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

 

Keempat, matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim no. 1174)

 

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menantikan-malam-lailatul-qadar



Info selengkapnya : info@pasarjaya.co.id
Editor: Indra Wana Habibi



Print

  • PASAR HIAS RIAS CIKINI
    PASAR HIAS RIAS CIKINI
  • PASAR SENEN BLOK III DAN VI
    PASAR SENEN BLOK III DAN VI
  • PASAR INDUK KRAMAT JATI
    PASAR INDUK KRAMAT JATI
  • PASAR JATINEGARA
    PASAR JATINEGARA
  • PASAR TANAH ABANG (A-F)
    PASAR TANAH ABANG (A-F)
  • PASAR BLOK M (MELAWAI)
    PASAR BLOK M (MELAWAI)
  • PASAR RAWABENING
    PASAR RAWABENING

Peresmian Kantor Baru Pasar Jaya
Harga Komoditas
  • + Ayam Broiler (Ras) : Rp.19182
  • + Bandeng (sedang) : Rp.34636
  • + Bawang Merah : Rp.39455
  • + Bawang Putih : Rp.122273
  • + Beras IR 42 : Rp.13000
  • + Beras IR. I (IR 64) : Rp.11100
  • + Beras IR. II (IR 64) : Rp.10560
  • + Beras IR. III (IR 64 : Rp.12420
  • + Beras Muncul .I : Rp.12550
  • + Beras SETRA - I : Rp.11318
  • + Cabe merah (TW) : Rp.43364
  • + Cabe merah keriting : Rp.40091
  • + Cabe rawit Hijau : Rp.44455
  • + Cabe rawit Merah : Rp.31545
  • + Daging babi berlemak : Rp.71111
  • + Daging Kambing : Rp.110625
  • + Daging sapi Has (Pah : Rp.114091
  • + Daging sapi Murni (S : Rp.33500
  • + Garam Dapur : Rp.2245
  • + Gas Elpiji (3Kg) : Rp.19625
  • + Gula Pasir : Rp.13500
  • + Jeruk Medan : Rp.26400
  • + Kelapa kupas : Rp.7550
  • + Kentang (sedang) : Rp.11182
  • + Lele : Rp.24600
  • + M a s : Rp.30222
  • + Margarine Blueband C : Rp.6455
  • + Margarine Blueband C : Rp.10150
  • + Minyak Goreng (kunin : Rp.36364
  • + Semangka : Rp.8200
  • + Susu Bubuk Bendera ( : Rp.43643
  • + Susu Bubuk Dancow (4 : Rp.44388
  • + Susu Kental Bendera : Rp.12573
  • + Susu Kental Enak (20 : Rp.9378
  • + Telur ayam Ras : Rp.19182
  • + Tepung Terigu : Rp.9091
  • + Tomat buah : Rp.17364
 

PROGRAM CHARITY

Charity merupakan bagian dari CSR dan merupakan usaha peduli untuk membantu masyarakat berupa kegiatan sosial atau lingkungan yang pelaksanaannya tidak terprogram dan bersifat bantuan atau program amal

Selengkapnya