Pasar Jaya Gandeng Seluruh Pihak Untuk Relokasi Pedagang Blok G
04-01-2018 15:57:53, Sumber: Humas PDPJ

Pembangunan kembali Pasar Blok G Tanah Abang saat ini menjadi  PD. Pasar Jaya. Pasalnya kondisi Pasar Blok G sendiri memang sudah tidak mumpuni untuk mengakomodir  kebutuhan masyarakat dan pedagang di kawasan tersebut. Pasar Blok G sendiri secara struktur memang masih bisa digunakan untuk berjualan. Akan tetapi strukturnya tidak mampu jika dibangun jembatan penghubung ke Blok F Tanah Abang.

 

Dalam tahap awal saat ini PD. Pasar Jaya tengah berupaya untuk mencarikan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang di Pasar Blok G Tanah Abang. Pasalnya memang kondisi lokasi yang tidak memungkinkan jika ada TPS saat tengah pembangunan. Sehingga harus ada lokasi berjualan sementara bagi pedagang dan letaknya tidak berjauhan.

 

Untuk lokasi TPS sendiri rencananya dibutuhkan lahan kurang lebih 3000 meter persegi. Karena itu PD. Pasar Jaya terus membangun komunikasi dengan sejumlah pihak terkait yang dinilai mempunyai potensi untuk mencarikan lahan sementara bagi pedagang Pasar Blok G.

 

Sebelumnya ada sejumlah pihak yang sudah dilakukan komunikasi seperti  PT. Kereta Api Indonesia ( KAI) yang memiliki lahan yang bersebelahan dengan Pasar Blok G. Hanya saja hal tersebut tidak memungkinkan karena lahan tersebut sudah dikerjasamakan dengan pihak lainnya.

 

PD. Pasar Jaya juga juga telah melakukan koordinasi dengan PD. Pembangunan Sarana Jaya yang juga memiliki lahan yang tidak terlalu berjauhan dengan Blok G Tanah Abang.  Hanya saja lahan yang ditawarkan tidak mencukupi untuk mengakomodir seluruh pedagang sehingga belum dapat terlaksana.

 

Saat ini PD. Pasar Jaya terus membuka komunikasi dengan seluruh pihak terkait rencana pemindahan pedagang tersebut ke tempat lokasi sementara. Komunikasi dilakukan ke tokoh masyarakat sekitar, tokoh pedagang, dan seluruh pihak lainnya. Diharapkan dalam waktu dekat ada sejumlah usulan lahan/tempat yang dapat digunakan untuk pemindahan pedagang yang memang memadai hingga gedung baru akan dibangun.

 

“Artinya untuk pencarian lahan TPS kita membuka komunikasi dengan seluruh pihak terkait, siapa saja yang memang mempunyai lahan yang dapat dipergunakan maka akan kita cek dan evaluasi apakah bisa dipergunakan,” ujar Amanda Gita, Kepala Humas PD. Pasar Jaya.

 

Rencana pembangunan pasar Blok G kedepannya tetap akan mengusung konsep transit oriented development (TOD). Nantinya kawasan akan terpadu dengan stasiun kereta api Tanah Abang dan Pasar Blok A hingga Blok F yang saat ini sudah tersambung.

 

Untuk rencana pembangunan pasar terintegrasi rusunawa rencananya akan dilakukan kajian terlebih dahulu agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat disana.  Selain bangunan dinilai juga perlu mempertimbangkan kajian demografi untuk memahami keadaan masyarakat dan pengunjung ke pasar tanah abang kedepannya. Pasalnya dari sejumlah rapat yang dilakukan dengan dinas terkait konsep TOD akan bekerjasama dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Pemda DKI dan sejumlah pihak lainnya.

 

Nantinya dari Stasiun Tanah Abang akan dibangun Sky Bridge yang terhubung ke Blok G. Dari sini akan ada koneksi hingga ke Pasar Blok A, Blok B dan Blok F. Sehingga dengan penataan tersebut kesemberawutan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru akan bisa diatasi. Sedangkan untuk Rusunawa sendiri memang saat ini belum ada konsep yang pasti yang akan diajukan untuk pembangunan. Namun jika memang tahapan pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara berjalan lancar maka untuk tahapan perencanaan dan pembangunan sendiri akan memakan waktu kurang lebih 2-3 tahun. 




Editor: Humas PD. Pasar Jaya



Print

  • PASAR HIAS RIAS CIKINI
    PASAR HIAS RIAS CIKINI
  • PASAR SENEN BLOK III DAN VI
    PASAR SENEN BLOK III DAN VI
  • PASAR INDUK KRAMAT JATI
    PASAR INDUK KRAMAT JATI
  • PASAR JATINEGARA
    PASAR JATINEGARA
  • PASAR TANAH ABANG (A-F)
    PASAR TANAH ABANG (A-F)
  • PASAR BLOK M (MELAWAI)
    PASAR BLOK M (MELAWAI)
  • PASAR RAWABENING
    PASAR RAWABENING

Jakgrosir, Solusi Tekan Inflasi Daerah
Harga Komoditas
  • + Ayam Broiler (Ras) : Rp.0
  • + Bandeng (sedang) : Rp.33211
  • + Bawang Merah : Rp.0
  • + Bawang Putih : Rp.0
  • + Beras IR 42 : Rp.0
  • + Beras IR. I (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. II (IR 64) : Rp.0
  • + Beras IR. III (IR 64 : Rp.0
  • + Beras Muncul .I : Rp.0
  • + Beras SETRA - I : Rp.0
  • + Cabe merah (TW) : Rp.0
  • + Cabe merah keriting : Rp.0
  • + Cabe rawit Hijau : Rp.0
  • + Cabe rawit Merah : Rp.0
  • + Daging babi berlemak : Rp.73250
  • + Daging Kambing : Rp.110033
  • + Daging sapi Has (Pah : Rp.0
  • + Daging sapi Murni (S : Rp.0
  • + Garam Dapur : Rp.4049
  • + Gas Elpiji (3Kg) : Rp.20238
  • + Gula Pasir : Rp.13523
  • + Jeruk Medan : Rp.24094
  • + Kelapa kupas : Rp.8400
  • + Kentang (sedang) : Rp.15302
  • + Lele : Rp.24568
  • + M a s : Rp.30027
  • + Margarine Blueband C : Rp.6512
  • + Margarine Blueband C : Rp.10678
  • + Minyak Goreng (kunin : Rp.0
  • + Semangka : Rp.8162
  • + Susu Bubuk Bendera ( : Rp.40845
  • + Susu Bubuk Dancow (4 : Rp.42861
  • + Susu Kental Bendera : Rp.11993
  • + Susu Kental Enak (20 : Rp.9156
  • + Telur ayam Ras : Rp.0
  • + Tepung Terigu : Rp.7616
  • + Tomat buah : Rp.12942
 

PROGRAM CHARITY

Charity merupakan bagian dari CSR dan merupakan usaha peduli untuk membantu masyarakat berupa kegiatan sosial atau lingkungan yang pelaksanaannya tidak terprogram dan bersifat bantuan atau program amal

Selengkapnya